gatel.
garuk.
oke.
ini udah kepikiran sejak lama.
tetangga depan rumah gw, punya dua tong sampah.
mungkin, satu buat sampah organik, dan satunya buat sampah non organik.
tapi, kalo diperhatiin lagi, pak item, petugas sampah yang kerjanya mengolek dan memindahkan sampah-sampah itu, selalu menyatukan semua sampah di gerobagnya.
well, gw ndak tau juga, bagaimana nasib sampah-sampah itu selanjutnya. tapi sampai saat ini, setau gw, negara ini belum terlalu pintar untuk membuat dua tempat pembuangan sampah akhir yang beda: organik dan non organik.
lalu gw kepikiran. selama ini, trash bag [plastik sampah yang besar] yang gw tau, cuma ada satu warna: hitam. lalu, kalo kita perlu memisahkan sampah antara yang organik dan yang non organik, kenapa belum ada yang kepikiran bikin wadah sampah dengan warna yang beda ya? misalnya, hijau dengan tulisan besar: sampah organik, dan kuning dengan tulisan besar: sampah non organik. kedua plastik itu diproduksi massal dan dijual dalam satu paket. atau, bisa juga dibagikan gratis ke setiap rumah. sekalian mengedukasi masyarakat buat memilah sampah dari sumber awalnya. jadi, nanti, tempat pembuangan sampah akhir, lebih banyak diisi dengan wadah sampah kuning, berisi sampah non organik. sementara yang hijau, organik, bisa langsung diantar ke pengolahan pupuk kompos.
mestinya nggak perlu biaya mahal sih. karena, plastik sampah ini bisa digunakan juga untuk ditebengi sebagai sarana promosi. atau sekalian buat wahana kampanye pilkada. jadi, bisa termanfaatkan dengan baik.
gw, punya perhatian lebih buat soal sampah.
tapi masih belum bisa fokus menangani itu.
insya Allah, dalam waktu dekat, ada banyak ide soal ini yang bisa direalisasikan.
paling nggak, gw ada usaha buat sedikit membenahi masalah ini.
semoga.