hagi's posts with tag: ed'snote
DAN SEJARAH TERUS BERLANJUT by Hagi Hagoromo
Gugur satu tumbuh seribu, Patah tumbuh hilang berganti..
IDIOM di atas, keliatannya memang tercipta dengan matang. Bahwa setiap yang hidup, pasti bakal mati. Dan yang mati, pasti tergantikan yang lain. Begitu terus, berulang, membentuk satu siklus yang absolut. Pola ini menyentuh semua segi kehidupan. Tak terkecuali. Persoalan itu membuat saya berpikir. Tentang ide-ide dan semangat-semangat yang keburu kandas di tengah jalan. Karena pemiliknya keburu berkalang tanah. Unless mereka membukukan itu. Membuatnya terekam dengan baik dan bisa ditelaah serta dikaji ulang, untuk kemudian diteruskan kembali. Agar penerus-penerus tak perlu lagi memulai segalanya dari awal. Dan bisa belajar dari pengalaman para pendahulunya. Tapi mungkin Sang Pencipta punya rencana lain. Dia ingin semua umat-Nya belajar. Mencari tau. Agar mendapatkan kebenaran lewat pencarian, dan bukan pemberian. Saya juga sempat berpikir tentang peninggalan-peninggalan sejarah itu. Dan menemukan kenyataan bahwa kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur punya lebih banyak peninggalan berupa situs dan artefak, dibanding kerajaan-kerajaan di Jawa Barat. Karena saat jayanya, mereka hidup di jaman batu dan logam, yang relatif lebih awet dimakan jaman. Sementara yang hidup di jaman kayu dan kertas, tentu peninggalannya lebih rentan terhadap perubahan alam. Owkay, cukup sudah ngobrolin warisan-warisan kuno itu. Kini kita masuk ke masalah sebenarnya. Managing Editor saya, punya bisnis sampingan jualan plat. Koleksinya cukup banyak dan lumayan beragam. Dari musik-musik yang mainstream, cutting edge, sampai ke musik-musik ajaib. Pokoknya you name it, dia bakal usahakan. LMGA deh. Lo Mau Gue Ada. Di antara koleksinya itu ada beberapa yang bikin saya berdecak kagum: musik-musik Cina kuno! Yang kalo dia putar itu, kami selalu merasa sedang berada di somewhere in the mid of Asia di jaman kakek-nenek saya muda. Saya jadi kepikiran sama musisi-musisi itu. Yang mungkin kini keturunannya sudah sejuta banyaknya. Ya, para musisi itu meninggalkan kenangan bukan cuma buat keturunannya. Tapi buat dunia. Yang mungkin salah satu virusnya disebarkan juga lewat naluri bisnis Managing Editor saya itu. Hmmm, mungkin ini salah satu cara kita berdialog dengan waktu. Bahwa karya yang kita bikin saat ini, asal terdokumentasi rapi, bisa jadi sesuatu yang punya makna di masa depan. Aw, saya jadi teringat kebiasaan lama itu. Nggak pernah care pada semua karya yang pernah saya bikin. Padahal, seandainya semua bisa saya simpan dengan baik, bukan cuma anak saya saja yang tau bapaknya pernah membikin sesuatu. Tapi juga keturunan-keturunannya dan bahkan dunia. Wah, wah, saya nggak pernah bermimpi seperti itu. But hey, saya pikir, dulu John Lennon juga nggak ada pikiran buat jadi sengetop itu sekarang. Atau siapa, sebutlah Kurt Cobain. Memangnya dia bunuh diri biar namanya makin kondang? Biar musik-musiknya makin laku dan keturunannya bisa menikmati hasil jerih payahnya itu? Hmmm, I don't think so. But the point is, bikinlah karya, dan rawatlah hasilnya dengan baik. Karena siapa tau, suatu hari nanti, peninggalanmu bakal berguna. Dan bukan cuma jadi penghias tong sampah. Karena harimau meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. <
waktu itu gw janji mau muat tulisan ed's note edisi desember-nya trax. kalo udah terbit. nah, sekarang udah terbit. so, enjoy it. selama elo masih bisa..
MOVE ON! YA! Akhir tahun. Tema yang sama: Hot & Freaky. Hapalan banget. Lagi pula, apa sih yang kamu harapkan dari tema tahunan yang diulang terus? Lagi-lagi saya diganggu pertanyaan itu. Haha. Anyway, prestasi apa aja yang udah kamu raih di sepanjang tahun ini? What? Lupakan? Owkay. Jadi, nggak ada perbaikan yang berarti? Atau, standar yang kita gunakan udah beda? Ya, keliatannya begitu. Tanpa sadar, kita berubah. Karena tak ada yang tetap di dunia ini. Dan satu-satunya yang pasti adalah perubahan. So, masih mau pake resep yang sama buat menaklukkan dunia? Ya nggak bisa dong ah. Tapi kenyataannya, sebagian orang masih banyak yang menginginkan status quo. Sesuatu yang tetap, tidak berubah. Karena mereka udah merasa keenakan dengan posisi dan fasilitas yang didapat sekarang. In your dream, pal! Lalu, kenapa manusia sering khawatir dengan perubahan? Karena perubahan kerap membawa kerepotan kah? Dan kita tak selalu siap dengan konsekuensinya? Atau terlalu malas buat menyesuaikan diri, I persume. Padahal, salah satu ciri makhluk hidup adalah adaptasi. Kemampuan inilah yang membuat kita bisa survive, menembus ruang dan waktu. Dan cuma orang-orang yang lenturlah yang bisa tetap meneruskan keturunannya berdiri tegak di muka bumi ini. Untuk terus menyebarkan peradaban, kebudayaan manusia, dan sejarah panjang bernama kehidupan. Jadi, masih mau duduk terus di situ? C'mon. Move your ass, and conquer the world. Your world.. ... .. . Tapi jika duniamu tak bisa diubah, mungkin ini saatnya mengubah dirimu sendiri. Keep on the right trax,
Hagi Hagoromo hagi@traxmagz.com
 | move on! | Oct 26, '05 2:26 AM for everyone |
teks ini buat ed'snote trax edisi desember..
belum dipublish.
ah, nggak jadi deh..
ntar aja kalo udah terbit..
CHICKS WITH ATTITUDE INI tulisan kedua saya. Setelah yang pertama digugat seorang seniwati yang punya concern mendalam terhadap dunia musik tanah air. Dia bilang, tulisan awal saya belum menyentuh permasalahan yang diketengahkan di edisi ini. Soal Girl, Do You Rock?. Negeri ini belum punya icon musisi cewek. Yang berattitude, dan bukan cuma berenang di permukaan saja. Tapi juga menyelam dalam dan mampu mempertanggungjawabkan karyanya. Atas nama orisinalitas dan integritas profesionalitas. Sebagai musisi, tentu saja. Yeah, agak sulit memang. Dan bukan perkara mudah menemukannya. Temuan tim issue report trax menunjukkan kenyataan klise. Juga sekaligus mengkhawatirkan. Kita berhadapan dengan nilai dan norma bentukan masyarakat patriarki, yang terus bertumbuhkembang dan menguat sejak kita lahir. Yang membikin cewek tak penting punya attitude. Asal cantik, punya suara merdu, bisa bergaya di atas panggung, voila, jadilah dia penyanyi. Tapi nanti dulu. Apa pentingnya, musisi cewek berattitude? Bukankah kondisi yang sekarang ini nggak menimbulkan masalah? Toh masyarakat kita sudah puas disuguhi tampilan keren, dandanan menor, outfit bak rockstar, tapi pengetahuan tentang musik boleh dibilang nol. Saya jadi teringat protes Saykoji dalam “So What Gitu Loh?”. Sebuah bentuk ketidaksukaan pada kaum yang mereka anggap punya budaya palsu. Cuma busana. Yeah, hanya sebatas itu. Jauh deh kalo dibandingkan dengan di luar sana. Mungkin memang kita harus banyak belajar lagi. Agar apa yang kita punyai sekarang ini bukan cuma sandangan saja. Dan karya yang kita bikin untuk dipersembahkan pada khalayak mengandung kesejatian. Keep on the right trax, Hagi Hagoromo hagi@mtvtrax.com
BEING A WOMAN SEORANG teman pernah membisiki saya. Dia pembaca kartu tarot. Katanya, sebelum di kehidupan yang ini, saya dulu pernah hidup sebagai perempuan. Dengan banyak anak, tambahnya. Hahaha. Nggak aneh. Soalnya, ada banyak elemen kewanitaan dalam hidup saya. Saya suka memasak, suka anak-anak, gemar melakukan beberapa pekerjaan rumah --uhm, saya nggak bilang rajin melakukannya ya-- dan sedikit remeh temeh ala cewek lainnya. Tapi nggak buat menyukai sesama jenis. Saya ini lesbian. Ah ah, lupakan candaan itu. Sampai detik ini saya masih straight. Dan belum berniat pindah trek. Anyway, saya bukan mau membahas reinkarnasi. Tapi lebih meng-hi lite soal cewek. Mari kita berandai-andai tentang makhluk berkromosom XX ini. Andaikan saja, dulu, Adam tak meminta teman, mungkin saja Hawa tak akan diciptakan. Dan andai Hawa tak menyampaikan bisikan Iblis untuk memetik buah Khuldi pada Adam, mungkin kita nggak bakal merasakan nikmatnya dunia ini. Kita masih terbuai dalam megahnya Surga, dan mungkin, tak sempat mencicipi pahit getir kehidupan. Well, what's so special of being a woman? Ada satu idiom tentang itu. Baik buruk suatu negara tergantung pada kaum wanitanya. Mungkinkah ini juga yang bikin perumpamaan, satu wanita jahat lebih buruk daripada seribu laki-laki jahat? Wah, ini bukan tentang pendiskreditan kaum perempuan. Bisa-bisa majalah ini disomasi kaum feminis. Ini tentang potensi yang dimiliki wanita. Bahwa mereka punya sesuatu yang lebih besar daripada yang mereka bayangkan. Juga dibandingkan dengan doktrin yang masyarakat patrilineal ini sering suntikkan. Sesuatu yang sudah mereka miliki, tanpa harus mereka perjuangkan. Karena konon, wanita terbuat dari rusuk pria. Tempat mereka di sisi pria. Bukan di atas atau di bawah. Dekat dengan jantungnya, untuk dicintai dan dikasihi. Dan menegaskan pernyataan bahwa di balik setiap kesuksesan pria, selalu ada wanita baik di sisinya. Aha! Balik ke tema edisi ini, pertanyaannya adalah, punyakah kita icon cewek yang punya attitude rock? Mungkin saya mesti hidup jadi cewek lagi buat bisa menjawabnya. Keep on the right trax, Hagi Hagoromo hagi@mtvtrax.com
keterangan: yang dipublished di trax 38 tuh yang pertama.. yang di bawahnya nggak dipublished..
| |