ALKISAH pada saat bangsa Danit dijajah oleh bangsa Filistin, lahirlah Samson yang sejak kecil sudah menunjukkan kekuatannya yang luar biasa. Sebagai pemuda ia mampu dengan tangan kosong membunuh seekor singa muda. Maka Suren, Raja Filistin, berjanji mengabulkan permintaannya. Di luar dugaan Suren, ternyata Samson minta dinikahkan dengan Samidah, puteri saudagar Baba yang bangsa Filistin. Telanjur berjanji terpaksa Raja Suren mengabulkan.
Awal malapetaka terjadi di tengah pesta pernikahan. Gubernur Hadok yang sejak lama mencintai Samidah, menantang Samson berteka-teki. Sebenarnya tiada yang mampu menjawab teka-teki Samson, namun Hadok dengan licik membujuk Samidah untuk mengorek jawaban dari Samson.
Pengkhianatan Samidah membuat Samson kesal. Ia meninggalkan pesta untuk mencari 30 stel jubah pembayar taruhan. Mengira Samson takkan kembali, Baba melanjutkan pesta dengan mendudukkan Samidah bersama Hadok.
Ternyata Samson kembali setelah membegal 30 lelaki Filistin. Pesta berubah menjadi kekacauan. Samidah dan ayahnya tewas dalam huru-hara. Adik Samidah, Delilah, bersumpah untuk membalas dendam pada Samson.
Penguasa Filistin tak bisa tenang lagi semenjak Samson memimpin gerilya untuk merongrong. Raja Suren mewajibkan bangsa Danit membayar pajak seberat-bertanya, kecuali mereka menyerahkan Samson.
Memang Samson mau menyerahkan diri. Tapi di padang Ramat Lebi. Dengan bersenjata sepotong tengkorak sapi, sendirian Samson memporak-porandakan 10.000 tentara Filistin.
Delilah turun tangan. Rayuannya melenakan Samson hingga membuka rahasia kekuatannya. Saat rambutnya dipangkas, Samson pun menjadi lemah. Hadok membutakan matanya lalu mengirim Samson ke penggilingan gandum.
Kisah Samson menjadi olok-olok para pelawak Filistin. Hanya Delilah yang diam-diam menyesal demi mengetahui penderitaan Samson. Dalam kebutaannya, Samson berawakal memohon pada Tuhan agar kekuatannya kembali. Tak terasa rambutnya telah memanjang kembali.
Tepat saat Samson dipaksa berlutut pada patung dewa Asyitoret di Kuil Baal, Delilah membimbing tangannya ke tiang-tiang utama kuil. Di sinilah Samson mengempos tenaga menumbangkan tiang-tiang kuil berhala itu. Samson gugur tertimbun reruntuhan kuil bersama Raja Suren dan ribuan Filistin yang menghinanya.