Blog EntrytakutFeb 27, '08 5:17 AM
for everyone

Takut, berasal dari perasaan tidak aman.

Perasaan tidak aman, memicu ketidaknyamanan.

Sumber awalnya, adalah ketidakpercayaan.

 

Tidak percaya, karena merasa miskin.

Tak punya pegangan dan tempat berlindung.

Tak ada jaminan yang bisa membuat diri yakin.

Yakin bahwa bisa melewati apapun, dan bisa selamat sampai di tujuan.

 

Gimana caranya menghandel ketakutan?

Jawabannya cuma satu: percayalah.

 

Bagaimana bisa percaya dan yakin?

Nggak ada cara lain, kecuali ikhlas.

 

Oke, lalu gimana supaya bisa ikhlas?

Jangan pernah terikat sama apapun di dunia ini,

kecuali satu: Sang Maha Kuasa.

 

Bahwa Dia sudah mengatur semuanya.

Dia telah menentukan yang baik,

bagi hamba-Nya yang menginginkan kebaikan.

 

Ah ya, ternyata, memang semuanya kembali ke kita.

Mana yang mau kamu pilih?

 

Semoga kita semua termasuk kaum yang bertaqwa hanya kepada-Nya.


22 CommentsChronological   Reverse   Threaded
fannykenyahayu wrote on Feb 27
pertama gak yah..
*hihihihi, gak penting*
tianarief wrote on Feb 27
jadi inget "aparat" kita
tampak luar: gagah, menakutkan, karena bisa mengeluarkan senjata (api) kapan saja, mengancam siapa saja yang mengganggunya, kalau dia mau
tampak dalam: takut, tidak pede, tidak punya keberanian kalau tanpa senjata. tak ada senjata, bisa mati konyol kalau ada penjahat. kesimpulan sementara, mereka itu memang penakut. tak seperti warga sipil yang "telanjang" tanpa senjata.

*teringat cerita seorang sodara, yang setelah bhayangkara negara, tak pernah lepas dari senjata. :D
harlia wrote on Feb 27
Semoga kita semua termasuk kaum yang bertaqwa hanya kepada-Nya.
amiiin...
ariencantiq wrote on Feb 27
yaa, amiin..
lalacamelia wrote on Feb 27
amiiiiiiiiiiiiiiinnnnn............
hidungkecil wrote on Feb 27
takut ada yang diem2 sensi sama kita. hehe..
akuluka wrote on Feb 27
saat nyaman pasti aman.
dhilicious wrote on Feb 27
bagusnyaaa......
bloomy wrote on Feb 27
you always fear what you don't understand
hagihagi wrote on Feb 27
semakin kita mendekatkan diri ke Allah,
semakin ketundukan kita pada-Nya mengalahkan semua ketakutan yang pernah ada..
hagihagi wrote on Feb 27
dengan kata lain,
besar ketakutan kita, tergantung pada seberapa dekat kita ke Allah..
belissita wrote on Feb 27
amin. Insya Allah.
niwanda wrote on Feb 27
Amiiin... Terima kasih sudah mengingatkan kembali.
kyutifluti wrote on Feb 27
elu mengatakan yang ada di otak gue. *sekali lagi terbukti nih, gi* thanks
rectolva wrote on Feb 27
seperti membaca replay buat postingan yang kmrn gw buat di postingan gw..

ah hagi, bisa baca pikiran orang ya?

heuheuehueh...

piss!
starvingspica wrote on Feb 27
kalo kata gw mah, tulisan ini adalah contoh dari sebuah sinkronisitas yg sedang gw alami. Lagi bertanya2, kenapa ya blkngn ini gw kebanyakan takut ini...takut itu...saat akan melangkah...atau membuat keputusan. Dan tiba2, entah gmn ada org bernama hagi yg gw ketemu lsg aja blum pernah (dan gw yakin, ga bisa membaca pikiran) yg membuat postingan semacam ini. Dan ini membuat gue semakin percaya pada kebesaran Allah...as long as kita mencari...kita akan menemukan jawaban atas sgl bentuk pertanyaan, even itu dari ssorg atau sst yg tidak kita duga2.
hagihagi wrote on Feb 27
dan gw yakin, ga bisa membaca pikiran
pikiran-pikiran itu tak perlu dibaca.
mereka bervibrasi. bergetar.
dan frekuensinya terbang memenuhi udara.
siapapun yang membuka pikiran dan hatinya,
bisa dengan mudah menerjemahkan fenomena yang sedang bergetar di sekelilingnya..
hagihagi wrote on Feb 27
Dan ini membuat gue semakin percaya pada kebesaran Allah...as long as kita mencari...kita akan menemukan jawaban atas sgl bentuk pertanyaan, even itu dari ssorg atau sst yg tidak kita duga2.
yeah. semua ini karena ke-Maha Pemurah-an Allah.

btw, jawaban segala pertanyaan itu tak mesti dicari.
semua sudah disediakan Allah, di sini dan di sini, di hati dan akal kita.

barang siapa yang mau jujur pada diri sendiri, dan tunduk pada kebesaran Allah,
maka dia dapat meluruskan pikiran, perkataan, dan perbuatannya,
sehingga apa yang dia butuhkan, dapat dia temukan dengan mudah.
yeah, di situ, di dalam diri mereka masing-masing.
spinkage wrote on Feb 27
"Iyyakana`budu waiyyakanasta`in"
makasih kakak pertama! ini semakin membuka mata gue dan bikin gue makin yakin sama keputusan gue.
dienakoesnendar wrote on Feb 28
Bagaimana bisa percaya dan yakin?
Nggak ada cara lain, kecuali ikhlas.
hmm ikhlas ya.. sepertinya sih selama ini yakin banget bisa ikhlas..tp pelaksanaan nya kadang susah..but i'm trying:)
hagihagi wrote on Feb 28
tp pelaksanaan nya kadang susah
ikhlas itu artinya lepas.
ndak ada ikatan lagi pada diri kita.
di hati dan akal kita.

jika masih ada simpul,
maka, selesaikanlah dulu itu.
tanyakan lagi, kenapa masih terikat..
dienakoesnendar wrote on Feb 28
ikhlas itu artinya lepas.
ndak ada ikatan lagi pada diri kita.
di hati dan akal kita.

jika masih ada simpul,
maka, selesaikanlah dulu itu.
tanyakan lagi, kenapa masih terikat..
Insya Allah... simpul yg masih terikat itu pelan2 terlepas..amin:)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help